Knowledge Center
Overview Search Downloads Up
Download details
Tumbuhkan Jiwa Sehat, Hidupkan Pendidikan Masyarakat1

Totok Amin Soefijanto

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina


Petuah Konghucu, kalau mengasah pisau, gunakan batu; kalau mengasah manusia, gunakan manusia lain. Itulah hakekat pendidikan. Kita belajar melalui bimbingan guru, teladan orang sekitar, dan pengalaman orang lain. Namun, ada  indikasi, pendidikan kita – dari tingkat dasar sampai tinggi – cenderung mekanistis:  ada tabel dan variabel mutu yang harus dipenuhi. Atas nama  akreditasi dan pengawasan mutu, kita mengelola pendidikan seperti mesin  pencetak sarjana yang diharapkan bekerja sistematis dan efisien. Tanpa disadari,  banyak sekali praktek dan inisatif warga masyarakat yang agak “menyimpang” dari  tabulasi tadi dibiarkan merana di luar sistem.

Tengoklah kiprah bu Prapti Wahyuningsih, atau akrab dipanggil “mbak Ning”, dan bu Christanti Gomulia, atau  “mom Tanti”. Masih banyak lagi figur warga masyarakat biasa yang seperti mereka:  tidak kenal lelah, mendidik anak-anak kita dengan caranya sendiri.  Mereka dari dua dunia yang jauh berbeda seperti langit dan bumi. Mbak Ning  adalah bekas buruh biasa di Solo, yang kemudian berpindah ke Karawang,  sebelum akhirnya aktif di kawasan Bandung. Dia dilecehkan, bahkan diperkosa,  sampai melahirkan anak kembar, yang akhirnya akibat kemiskinan, keduanya  meninggal. Dia yang dulu melihat orang kaya dengan penuh dendam – definisi  “kaya” menurut dia adalah mereka yang memiliki 10 kg karung beras – kini sudah  berdamai dengan masa lalu. Mbak Ning mendirikan Sekolah Hijau yang mendorong kaum hawa untuk mengelola sampah menjadi barang berharga.  Murid-muridnya ada yang di sekolah dasar sampai para napi wanita di Lapas  Wanita Arcamanik-Sukamiskin, Bandung. Pengajarnya adalah para mahasiswa  dan dosen di kawasan Bandung. Dia yang hanya lulusan SD ini mengubah  penderitaan menjadi pelajaran hidup untuk berguna bagi orang lain. “Sampah  saja berguna, kenapa kita tidak”. Itulah semboyan muslimah ini yang  menginspirasi para ibu, anak, dan napi untuk menjalankan zakat sampah.  Semangatnya terus menggelora meskipun sekolahnya tidak memiliki tanah atau rumah sebagai pusat kegiatan.




Data

Size 105.17 KB
Downloads 67
Language Indonesia
License Universitas Paramadina
Author
Website
Price
Created 2013-09-03 15:31:03
Created by sudarmawan
Changed at 2013-09-03 15:34:25
Modified by sudarmawan

Download

Thursday the 17th. Universitas Paramadina. - All rights reserved.