Knowledge Center
Overview Search Downloads Up
Category: Publication
Order by: Default | Name | Date | Hits | [Descending]
Select all files:
Files:
KARTU KREDIT DAN SARAT MAKNA

Iin Mayasari
Dosen Program Studi Manajemen Universitas Paramadina Jakarta
iin.mayasari@paramadina.ac.id

Sukses kehidupan bisa ditentukan oleh banyak hal. Salah satunya adalah bentuk kepemilikan barang. Kepemilikan barang ini juga menentukan status sosial. Kepemilikan barang menjadi bagian dari budaya saat ini karena dianggap sebagai sesuatu yang dibenarkan dan dilakukan oleh sekelompok orang atau masyarakat tertentu atau bahkan semua kalangan masyarakat. Usaha untuk memenuhi  kepemilikan barang saat ini tidaklah sesulit 10 tahun lalu. Kita dengan mudah saat ini untuk mendapatkan sesuatu tanpa harus  berpikir lebih jauh dan panjang. Kartu kredit memudahkan solusi dalam memenuhi keinginan untuk memiliki sesuatu. Oleh karena itu, menjadi hal yang aneh kalau seseorang tidak memiliki kartu kredit. Kartu kredit sudah menjadi sesuatu yang wajib ada dalam dompet konsumen. Setiap bank mengeluarkan fasilitas untuk memudahkan konsumen dalam mendapatkan sesuatu. Iklan kartu kredit terpampang besar di setiap jalan besar di Jakarta. Sales personnel  bank gencar menawarkan aplikasi kartu kredit di mall. Strategi pemasaran tidak hanya itu. Penggunaan telemarketing juga dilakukan untuk memudahkan dalam menjangkau konsumen.

Penelitian  Bernthal, Crockett, dan Rose yang berjudul “Credit Cards as Lifestyle Facilitator” dalam Journal of Consumer Research (2005)  menunjukkan bahwa individu dihadapkan pada dua hal yaitu kendala dan kebebasan. Kendala menunjukkan bahwa tidak semua individu memiliki kemampuan untuk melakukan pembelian karena keterbatasan dana. Kebebasan menunjukkan bahwa dengan  menggunakan kartu kredit, individu bisa terbebas dari kendala dari keterbatasan dana. Oleh karena itu, penggunaan kartu kredit bisa memudahkan individu untuk memenuhi segala keinginannya dengan  mudah dan cepat.





Created
Size
Downloads
2007-07-20 20:00:52
34.84 KB
142
KEBERSAMAAN DAN INOVASI

Iin Mayasari
Dosen Program Studi Manajemen Universitas Paramadina Jakarta
iin.mayasari@paramadina.ac.id

Inovasi merupakan suatu konsep yang menunjukkan adanya produk baru atau proses baru dari aktivitas perusahaan. Aktivitas ini dianggap sebagai penunjang keberadaan perusahaan dalam jangka panjang. Selain penunjang keberadaan perusahaan, inovasi harus diadakan secara terus-menerus karena berusaha untuk meningkatkan arus kas untuk keperluan investasi. Tuntutan konsumen yang terus menerus berubah memengaruhi perusahaan untuk selalu membuat produk baru. Selain itu, tingkat persaingan yang tinggi dalam suatu industri menuntut perusahaan harus bisa menyeimbanginya atau  bahkan bisa menunjukkan kinerja yang melampaui kompetitor. Produk inovatif merupakan suatu kebanggaan bersama yang  dirasakan oleh perusahaan. Tidak hanya pimpinan atas yang merasa bangga terhadap munculnya produk inovatif. Produk inovatif ini bisa muncul oleh sejumlah faktor yang tidak hanya disebabkan oleh  adanya dana yang besar untuk menciptakan produk. Namun, faktor yang bisa mendukung adalah faktor kebersamaan. Faktor kebersamaan ini merupakan suatu modal sosial yang ada dalam  perusahaan dan diciptakan melalui suatu sistem yang mendukung. Faktor kebersamaan ini merupakan suatu sinergi dari semua kalangan individu yang ada dalam perusahaan yang bersama-sama berusaha untuk menciptakan suatu produk. Produk ini dimunculkan dari adanya sharing ide dari semua individu dalam perusahaan. Jadi,  penciptaan produk tidak berasal dari satu individu, namun berdasarkan kebersamaan antar individu dalam organisasi.





Created
Size
Downloads
2007-07-20 19:58:04
32.65 KB
140
Kebutuhan Penguasaan Bahasa Asing Pada Mahasiswa Universitas Paramadina dalam Era Globalisasi

Rizki Damayanti & Anita Maharani1
Institusi: Program Studi Hubungan Internasional dan Program Studi Manajemen,

Universitas Paramadina

Abstract

It is inevitable that one of the implications of the ever-expanding globalization phenomenon that swept almost all regions of the world  led to growing integration sectors and components of community life  in various parts of the world. This fact raises the urgency involved  mastery of the means of communication within the community that  can help global connectedness. One of the means of communication  of the most important role in this process is related to foreign  language mastery. This study aimed to see how big the need for  mastery of foreign languages among one of the elements of society,  namely academia (students) associated with the field of science and  how big it is considered as one important part in dealing with the  phenomenon of globalization. This study is generally done where the  population is located, namely Paramadina University. Thus,  distributing questionnaires or interviews to the students performed at  the Paramadina University. Through this research, it can be concluded  that the mastery of foreign languages is needed,  especially in efforts to support the learning process according to  scientific discipline. In this case, not only the mastery of English is  required, but the mastery of foreign languages other than English,  are also urgently needed by students, especially in efforts to support  the promotion of knowledge and expertise. This research also  concluded that foreign language teaching at the Paramadina  University still not optimal. Therefore, the optimization of teaching  facilities in addition to the formal curriculum of foreign language  teaching, is needed.


Key words: globalization, foreign language, cultural understanding,  mutual communications.





Created
Size
Downloads
2012-10-29 14:31:20
341.13 KB
122
KECERDASAN MAJEMUK GURU, MENGINSPIRASI SISWA





Created
Size
Downloads
2016-12-07 10:16:14
412.67 KB
162
Kegagalan Kapitalisme Global Kritik Ekonomi Strukturalis dan Islam





Created
Size
Downloads
2017-11-17 08:33:58
230.67 KB
134
Kemungkinan Akal Mengenal Tuhan: Kritik Nasr atas Kant





Created
Size
Downloads
2014-10-14 08:52:03
501.75 KB
134
Keragaman Swiss dalam Kesatuan: Cermin Keberhasilan Integrasi

Rizki Damayanti
Pengajar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Paramadina

ABSTRAK

While Switzerland only has territory of 41.285 km with a population  of 7.58152 million (year 2008), this country has accreditation as a  very good country in the world. Switzerland recognizes as a neutral, trusted, nationalist, integrity, respect for religious differences and  ethnic population, giving priority to the education of its citizens and  uphold democracy. The character is then brought the nation of Switzerland as the most prosperous and secure country in the world  with the lowest crime rate and the illiteracy rate is almost 0 percent.  Internalization of characters that are and has been passed by the nation is not a quick and easy process. This process takes a long and  consistent way so that it can take root on each of its citizens. One of  the most effective medias of this process is the nation's respect for diversity of ethnic, linguistic and religion.

Keywords: federation. ethnic diversity, linguistic diversity, religion  diversity,





Created
Size
Downloads
2012-10-29 14:34:38
87.01 KB
129
KOMODITAS BISNIS KONSULTAN POLITIK DALAM PEMILIHAN PRESIDEN (KASUS GERAKAN SETUJU PEMILIHAN PRESIDEN SATU PUTARAN TAHUN 2009 OLEH KONSULTAN POLITIK LINGKARAN SURVEI INDONESIA





Created
Size
Downloads
2016-12-07 10:03:15
252.58 KB
131
Kompetensi Inti

in Mayasari
Dosen Program Studi Manajemen
iin.mayasari@paramadina.ac.id
Universitas Paramadina Jakarta

Strategi pemasaran yang baik ditujukan untuk mewujudkan nilai konsumen dengan memperhatikan aspek internal perusahaan.  Strategi ini berkaitan dengan penciptaan posisi unik yang meliputi sejumlah aktivitas yang mendukung dan berbeda. Strategi untuk mewujudkan nilai konsumen sesuai dengan perbandingan antara benefit dan biaya yang sudah dikeluarkan oleh konsumen dapat diwujudkan melalui penciptaan nilai. Penciptaan nilai ini bisa berupa bersifat stratejik maupun taktis. Penciptaan nilai yang stratejik bisa bermula dari pemilihan segmen, target pasar dan positioning; sedang penciptaan nilai taktis dapat berupa pengembangan produk,  penentuan harga, pemilihan saluran distribusi dan komunikasi. Penciptaan nilai ini bisa diwujudkan dari sejumlah aspek tidak hanya satu hal saja. Penciptaan nilai yang sukses bisa memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Sejumlah indikator menjadi rujukan kesuksesan penciptaan nilai. Indikator kinerja tersebut bisa dilihat  dari tiga pengukuran yaitu output kualitas, kinerja pasar, kinerja keuangan, dan kinerja sosial. Kemampuan perusahaan untuk  mewujudkan penciptaan nilai didukung sejumlah aspek internal perusahaan, salah satunya adalah kompetensi inti.





Created
Size
Downloads
2007-07-20 20:12:10
36.8 KB
141
KONSISTENSI NILAI KONSUMEN

Iin Mayasari
Dosen Program Studi Manajemen Universitas Paramadina Jakarta
iin.mayasari @paramadina.ac.id

Nilai konsumen merupakan sebagai sesuatu yang wajib untuk diperhatikan oleh perusahaan karena dalam nilai terdapat sebuah pengorbanan yang dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan benefit yang menjadi hak konsumen. Pengorbanan konsumen  berkaitan dengan biaya yang sudah dikeluarkan meliputi biaya moneter, biaya waktu, biaya energi, dan sejumlah risiko yang berkaitan dengan risiko sosial, psikis, fisik. Benefit yang ditawarkan oleh konsumen merupakan proposisi yang tidak hanya terwujud dalam aspek fungsional, namun juga aspek experiential dan simbolik. Nilai konsumen secara ideal dipromosikan oleh perusahaan seharusnya melalui konsistensi strategi pemasaran berkaitan dengan kualitas produk, pelayanan yang optimal, penentuan harga sesuai  dengan benefit yang diterima, distribusi produk yang lancar, dan komunikasi ide yang sesuai dengan target konsumen perusahaan. Konsistensi ini penting karena agar menciptakan reputasi positif atau citra positif di mata konsumen. Dengan reputasi positif secara terus-menerus, perusahaan akan mempertahankan konsumen dalam jangka panjang. Profitabilitas akan terus meningkat. Begitu  sebaliknya, ketika benefit yang diterima jauh lebih kecil daripada biaya yang dikeluarkan oleh konsumen, hal ini menunjukkan bahwa  perusahaan tidak bisa konsisten memberikan yang terbaik kepada konsumen. Indikator yang muncul bisa penjualan yang menurun, pangsa pasar menjadi kecil, nilai saham turun, dan citra perusahaan mengalami penurunan.





Created
Size
Downloads
2007-07-20 20:17:37
34.54 KB
157
Sunday the 27th. Universitas Paramadina. - All rights reserved.
.