Knowledge Center
Overview Search Downloads Up
Category: Publication
Page 11 of 23
Order by: Default | Name | Date | Hits | [Descending]
Select all files:
Files:
MEMAKNAI LUXURY BRANDS

Luxury brands (LB) diterjemahkan sebagai merek yang memiliki
kemewahan. Namun tidak hanya itu saja. Kemewahan menjadikan merek tidak
hanya memiliki nilai material suatu produk, tetapi merek tersebut bisa
membangkitkan adanya dunia mimpi, citra, tanda dan motif. Merek yang
menawarkan kemewahan tidak bisa ditujukan untuk segmen yang sama. Masingmasing
merek ditawarkan untuk target pasar yang berbeda-beda. LB menurut
Berthon et al. (2009) dalam artikel Aesthetics and Ephemerality: Observing and
Preserving the Luxury Brand yang diterbitkan California Management Review,
berkaitan dengan kegiatan individu untuk melakukan konsumsi yang
menunjukkan kekayaan atau prestige seseorang. Kemewahan bisa berarti
memiliki aspek negatif dan positif. Aspek negatif artinya mengumbar hawa
nafsu, mengikuti kemauan diri untuk bersenang-senang sedangkan kemewahan
juga memiliki aspek positif yaitu berkaitan dengan keinginan diri untuk
melepaskan dari sesuatu yang umum dan rutin dan bertujuan untuk
menciptakan kondisi yang lebih baik dan nyaman. Merek yang mewah juga
berkaitan dengan kualitas, sensualitas, eksklusif, sejarah, harga mahal, dan
keunikan.





Created
Size
Downloads
2011-03-24 14:16:29
38.46 KB
131
MEMAKNAI PEREMPUAN MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN

MEMAKNAI PEREMPUAN MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN

Oleh :
RINI SUDARMANTI

Perempuan, yang dituntut untuk dapat memperhatikan,  mempertimbangkan, atau memperjuangkan sesama perempuan, merupakan tantangan bagi perempuan masa kini. Isu persoalan perempuan ternyata tidaklah senada atau bersifat universal hanya karena berkenaan dengan posisinya yang termarjinalkan dalam daya budaya patriarkhi tetapi sebenarnya perempuan juga berhadapan dengan situasi lain dalam kehidupan sosialnya.

Fenomena ini dapat digambarkan seperti dialami oleh perempuan yang menjalankan usaha sendiri. Konsep kuat–lemah seringkali ditemui dalam dunia ekonomi. Pelaku ekonomi seperti konsumen, sumber daya alam dan manusianya dimasukkan ke dalam kategori lemah dan dilabeli posisi suboordinat yang bersifat
rendahan.





Created
Size
Downloads
2011-04-27 13:49:42
183.31 KB
127
Menelaah Pendekatan Subtantif Karl Polanyi pada Perilaku Berkomunikasi Perempuan Pebisnis





Created
Size
Downloads
2018-06-11 09:08:18
1015.43 KB
101
Menelaah Perilaku Berkomunikasi sebagai Pendukung Keberhasilan Perempuan Pengusaha





Created
Size
Downloads
2018-06-11 09:48:23
596.44 KB
143
Menemukan Konsensus Kebangsaan Baru





Created
Size
Downloads
2017-11-17 08:28:07
864.27 KB
128
Mengevaluasi Knowledge Management Universitas dengan COBIT5





Created
Size
Downloads
2019-03-28 14:49:42
933.77 KB
90
MENGHADAPI PERSAINGAN: ORIENTASI KOMPETITOR VS KONSUMEN

Persaingan industri dalam setiap kategori produk saat ini tidak bisa
dihindari. Hal ini dilihat dari banyaknya pemain dalam satu industri. Masingmasing
perusahaan berusaha untuk menawarkan produk pada konsumen yang
sama. Banyaknya perusahaan yang terjun dalam satu industri bisa disebabkan
oleh sejumlah faktor. Pertama, dari sisi perusahaan memiliki kompetensi,
kekuatan teknologi, kecukupan modal, keahlian dalam melakukan riset,
keinginan untuk mempertahankan profitabilitas dalam jangka panjang;
sedangkan dari sisi konsumen, konsumen memiliki preferensi yang berubah
karena disebabkan oleh adanya keinginan yang beragam. Keinginan yang
beragam ini juga dipicu karena meningkatnya penghasilan, bertambahnya
pengetahuan dan pengalaman, pengaruh kelompok referensi, dan tuntutan
kerja. Dengan adanya kekuatan dua sisi mendorong perusahaan mau tidak mau
berusaha untuk ikut serta dalam persaingan karena apabila perusahaan tidak
mengikuti persaingan, maka perusahaan akan kehilangan peluang untuk
mendapatkan keuntungan. Konsekuensinya, perusahaan tidak akan mampu
mempertahankan keberadaan bisnisnya, dan akhirnya akan membubarkan diri.





Created
Size
Downloads
2011-03-24 14:19:13
35.52 KB
145
Menuju Politik Anggaran Berbasis Kinerja





Created
Size
Downloads
2017-03-16 10:36:37
124.28 KB
135
Menyasar Kekuatan Indonesia sebagai suatu kekuatan Mandiri di Kawasan





Created
Size
Downloads
2017-03-16 10:44:20
153.26 KB
139
Menyusuri Apiknya Wellington, Selandia Baru

Aris Subagio

Staf Akademik Universitas Paramadina - Jakarta

Berkunjung ke negeri orang selalu menghadirkan cerita yang  menarik. Pertengahan Juli 2011, saya berkesempatan mengunjungi  Kota Wellington, Selandia Baru, dalam rangka International Program for Academic Development (IPAD) yang diprakarsai oleh Universitas  Paramadina.

Pukul 20.45 WIB saya bersama tim IPAD berangkat dari Indonesia  menuju Wellington. Tepat pukul 06.00 waktu setempat kami tiba di  Wellington. Hujan lebat dan udara yang sangat dingin menyambut  kedatangan kami saat itu. Maklumlah saat itu kami datang pada saat  musim dingin.

Para wisatawan sepakat, bahwa kota yang memiliki kombinasi  osmopolitan ini memang tidak boleh dilewatkan. Saat tiba di sana,  kami akan menjalani short course untuk mengembangan  kemampuan  bahasa Inggris dan bidang akademik selama satu  bulan.  Meskipun, kunjungan tersebut dalam rangka pengembangan   diri, saya memiliki banyak waktu untuk mengenal Kota Wellington   yang merupakan juga kota pemerintahan Selandia Baru.

Kota yang masuk dalam kawasan pasifik ini memiliki banyak lokasi  yang indah dan menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan.  Berikut beberapa lokasi yang sempat saya kunjungi ketika berada di Wellington.





Created
Size
Downloads
2012-10-08 16:52:28
74.76 KB
118
Sunday the 27th. Universitas Paramadina. - All rights reserved.
.