Knowledge Center
Overview Search Downloads Up
Category: Publication
Order by: Default | Name | Date | Hits | [Descending]
Select all files:
Files:
Ideology and Economic Development in the Post-Independence Indonesia (1949-2015)





Created
Size
Downloads
2017-08-25 08:42:57
1.38 MB
71
Menemukan Konsensus Kebangsaan Baru





Created
Size
Downloads
2017-11-17 08:28:07
864.27 KB
71
Problems of Democratisation in Indonesia: Elections, Institutions, and Society

Problems of Democratisation in Indonesia: Elections, Institutions, and Society

Peni Hanggarini

 



 





Created
Size
Downloads
2011-07-06 20:43:21
5.52 MB
72
Pasrah (Surrender) and Sabar (Patience) Among Indonesia Ethnics (Javanese, Sundanese, Betawi) Through Disaster: An Indigenous Psycological Analysis





Created
Size
Downloads
2013-08-27 20:41:23
428.93 KB
72
PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK SERTA REMAJA





Created
Size
Downloads
2013-09-05 17:53:12
103.06 KB
72
Hebron Journal





Created
Size
Downloads
2016-11-16 11:48:58
1.25 MB
72
Menyasar Kekuatan Indonesia sebagai suatu kekuatan Mandiri di Kawasan





Created
Size
Downloads
2017-03-16 10:44:20
153.26 KB
72
Pemetaan Sentra Industri Kecil dan Menengah di Daerah Perbatasan (Kabupaten Natuna-Provinsi Kepulauan Riau





Created
Size
Downloads
2017-03-16 10:45:59
115.83 KB
72
MOTIVASI DAN ORIENTASI KOLEKTOR MURNI DALAM MENGOLEKSI DAN MENGINVESTASI LUKISAN

MOTIVASI DAN ORIENTASI KOLEKTOR MURNI DALAM
MENGOLEKSI DAN MENGINVESTASI LUKISAN

R. Gilang Cempaka

This paper is focused on the practice of collecting and investing paintings, and its correlation with motivation and orientation, as well as the position s of pure collector in Indonesia’s art world. The subject of this research is DR. Oei Hong Djien (OHD), a great pure collector of paintings located in Magelang. The practice of collecting and investing is a whole activity that involves a lot of components in the art world : artist, curator, critic, and the public. Currently collecting and investing cannot be separated, it always has relations. This paper aims to explore practice of collecting and investing paintings by OHD, describes the motivation and orientation, and identify his  point of views about paintings, furthermore is to describe the role of OHD in Indonesia’s art world, which is embodied in his museum infrastructure. As a pure collector, OHD is more appreciative on art values, than on economic values in investing paintings.

Key words: pure collector, collecting, investing, art world





Created
Size
Downloads
2011-04-27 13:53:28
301.53 KB
73
LOGO STARBUCK & ZONA BARU

Iin Mayasari
Dosen Program Studi Manajemen Universitas Paramadina Jakarta
iin.mayasari@paramadina.ac.id

Awal Januari 2011, Starbuck memulai mengisi lembaran tahun baru dengan mengubah logo. Howard Schultz menulis dalam situs  Starbuck untuk menjelaskan perubahan logo tersebut. Logo Mermaid merupakan logo yang digunakan oleh Starbuck sejak tahun 1971. Logo pada tahun 1971, ada nama coffee, tea dan spices. Tahun 1987, logo mengalami perubahan dengan hanya mencantumkan coffee. Hal ini menandai adanya pilihan menu baru yaitu espresso. Tahun 1992,  Starbuck melakukan publikasi logo Mermaid dengan tulisan coffee  sebagai trademark. Tahun 2011, Starbuck mengubah logonya dengan melepas Mermaid dari lingkaran dan menghapus nama coffee.

Logo merupakan elemen brand yang berkaitan dengan representasi grafis atau citra dan asosiasi memori dari brand tertentu. Logo  berkaitan dengan aspek estetika dan sebagai suatu cara untuk  mengkomunikasikan atribut brand. Berdasarkan penelitian Walsh, Winterich dan Mittal yang berjudul Do Logo Redesigns Help or Hurt your Brand? The Role of Brand Commitment dalam Journal of  Product & Brand Management (2010) menunjukkan bahwa perubahan logo akan memengaruhi persepsi konsumen. Perubahan pada logo akan memengaruhi konsumen-konsumen yang memiliki brand  commitment. Konsumen yang memiliki brand commitment yang kuat akan khawatir karena hal ini memengaruhi pada keterkaitan diri  dengan brand. Berdasarkan pantauan jejak pendapat dari situs Starbuck sendiri, banyak komentar negatif bermunculan seiring dengan perubahan logo Starbuck. Mereka adalah orang-orang yang  sudah fanatik dan penggemar Starbuck. Perubahan ini mengakibatkan mereka berpersepsi negatif pada Starbuck. Perubahan pada desain  visual membawa pengaruh pada makna brand sesungguhnya. Selain itu, perubahan logo dengan melepas nama coffee, dirasa akan  menyulitkan konsumen untuk mengaitkan desain atau gambar  tersebut dengan sesuatu, dan sulit untuk dikaitkan dalam memori  seseorang.





Created
Size
Downloads
2007-07-20 20:03:17
34.56 KB
73
Thursday the 17th. Universitas Paramadina. - All rights reserved.