Knowledge Center
Overview Search Downloads Up
Category: Publication
Page 11 of 23
Order by: Default | Name | Date | Hits | [Descending]
Select all files:
Files:
Constructing Cohesion of Regional Integration on European Union (EU) and Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)

The integration of European states into European Union (EU) has proved that ideational
forces as well as material forces could generate a strong cohesion of regionalism. The
construction of this body of regionalism has brought several ideational and material benefits to
the members. However, the success story of EU does not necessarily mean that EU can be
considered as the best model for Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). This is
partly due to the differences on the objectives and development process of the two bodies of
regionalism.
This paper develops into three major parts. Firstly, it tries to understand how European
regional integration is socially constructed. Secondly, it examines whether construction of EU
organizational model can be adapted by ASEAN. Lastly, it tries to elaborate ideas of European
integration which can be transferred to the ideas sustaining the three pillars of ASEAN
Community: Economic, Security and Social-Cultural Community.
The study suggests that EU as a socially constructed region could not be the best model
for ASEAN, nevertheless, it can be an inspiration for the development of ASEAN. EU
integration lessons can inspire ASEAN in constructing interests, identities and behavior for the
cohesion of the body. Therefore, the ASEAN Community can be a structure like EU. It would be
able to organize actions constituted by collective meanings through discursive and
intersubjective understandings among the members. Using Constructivism as the main
framework of analysis, this study hence can enrich the study of regionalism particularly on the
study of EU and ASEAN.
Keywords: Constructivism, European Union (EU), Association of Southeast Asian Nations
(ASEAN)





Created
Size
Downloads
2011-03-24 14:24:59
168.6 KB
69
PROTOTIPE SMS GATEWAY SEBAGAI APLIKASI SARANA PENDISTRIBUSIAN INFORMASI DARI UNIVERSITAS ABC KE MAHASISWA

PROTOTIPE SMS GATEWAY
SEBAGAI APLIKASI SARANA PENDISTRIBUSIAN INFORMASI
DARI UNIVERSITAS ABC KE MAHASISWA
Oleh : Kartika Puspitasari, S.Kom
Retno Hendrowati, MT.

Currently University of ABC has already had facilites to disseminate information to their students such as flyer, banner, media board and SIAP  (academic information system). Unfortunately, those media inefective reach the target. Students tend to ignore the information conveyed through those media, as a result, they miss the important schedule.

The increasing of usages and features of cellular phone, SMS is one of the
features that need to be considered to use as information distribution to  students. The aims of the research are : [1] to give the easiest way to deliver the information, [2] to deliver the information in store and forward, [3] to warning students that have reached the attendance limit This is an applied reseach that uses prototipe methodology to analyze user requirement and design SMS Gateway application. The steps of the method are included user need analysis, coding and testing. Need analysis  and design are documented in data flow diagram tool. Design documentation includes process design, database, and user interface.
SMS gateway prototype application test shows that test result can answer the aim of this research. Academic administrator can send the message easily and student can receive the information through their cellular phone. During this test, we used prepaid Cellular SIM Card. The obstacle of using prepaid card becomes the weakness of the contituation of this service. But this can be solved by involving cellular provider as a partner.





Created
Size
Downloads
2011-04-27 14:03:31
439.29 KB
69
Peringatan bagi Pemimpin

Peringatan bagi Pemimpin

Kompas, 25 Juli 2011- Opini hal 6

Anies Baswedan

Makin hari kegalauan itu tumbuh makin pesat, tetapi berhentilah mengatakan bangsa ini bobrok. Hentikan tudingan bahwa bangsa ini tenggelam. Tidak! Bangsa ini sedang bangkit dan akan makin tinggi berdirinya.

Lihatlah rakyat di sana-sini, bangun sebelum pagi, penuhi pasar rakyat, padati jalan dan kelas, menyongsong kehidupan. Dengan sinar lampu apa adanya mereka coba sinari masa depan sebisanya. Petani, guru, nelayan, pedagang, atau tentara di tepian republik jalani hidup berat penuh tanggung jawab. Di tengah kepulan polusi pekat, rakyat kota menyelempit mencari masa depan. Mereka rebut peluang, jalani segala kesulitan tanpa pidato keprihatinan. Rakyat yang tegar dan tangguh. Denyut geraknya membanggakan. Kegalauan republik ini bukan bersumber pada rakyat, melainkan ada pengurus negara yang seakan berjalan tanpa target. Deretan agenda penting dan urgen jadi wacana, tetapi tidak kunjung jadi realitas.





Created
Size
Downloads
2011-07-26 15:23:26
74.4 KB
69
Korupsi - Mengorupsi Indonesia

Asriana Issa Sofia

Dosen Tetap Program Studi Hubungan Internasional - Universitas Paramadina

email: asriana.sofia@paramadina.ac.id

Haris Herdiansyah

Dosen Tetap Program Studi Psikologi - Universitas Paramadina

email: haris.herdiansyah@paramadina.ac.id

 





Created
Size
Downloads
2012-10-29 14:40:08
9 MB
69
Perempuan dalam Teks Sastra Melayu





Created
Size
Downloads
2018-08-14 14:45:13
153.61 KB
69
Perguruan Tinggi sebagai “Rumah” Para Pewaris Nabi

Magna Carta lahir di Inggris pada 1215. Inilah hukum formal yang ditetapkan Raja
John yang secara signifikan meruntuhkan absolutisme kekuasaan raja atas
rakyatnya. Secara prinsip, siapapun harus tunduk kepada hukum untuk semua
perselisihan. Tidak ada manusia, termasuk raja, yang berada di atas hukum.
Walaupun niatnya mulia, menurut banyak pengamat sejarah, hukum ini tak efektif
karena hanya berlaku beberapa bulan sebelum dilanggar sang raja sendiri (Murphy,
Nd). Pada 1222, atau tujuh tahun kemudian, Ken Arok muncul menjadi raja
pertama Kerajaan Tumapel (sebelum berubah nama menjadi Singosari). Pada saat
yang sama, di Jerusalem, terjadi Perang Salib yang ke-5 antara Islam dan Kristen.
Menurut Thomas Madden, ahli sejarah Crusades di St. Louis University, AS, ada
kontradiksi antara persepsi dan kenyataan di kalangan kerajaan Eropa waktu itu
yang menganggap perlu memperluas peradaban Kristen Eropa yang dipersepsikan
lebih maju ke kawasan Timur Tengah. Kenyataannya, peradaban Islam di Timur
Tengah waktu itu lebih maju dibandingkan Eropa (Sushter, 2004). Menurut Mitchell
(2002), para pejuang Perang Salib dari Eropa membawa pulang pengetahuan baru
tentang kedokteran, anatomi, ilmu perang, matematika, tekstil, dan memasak.
Yang lebih penting lagi, semangat untuk mencari pengetahuan baru muncul di
Eropa sehingga peradaban Barat menjadi maju sampai sekarang ini. Pada 1516,
terbit buku Utopia dari Thomas More yang mengkritik penegakan hukum di Inggris
di tengah meluasnya jurang antara kaya dan miskin. Di masa inilah, Eropa
mengalami masa keemasan kelahiran baru (renaissance) peradaban hingga saat
ini.





Created
Size
Downloads
2011-03-24 14:17:59
59.81 KB
70
Nilai-Nilai Keparamadinaan- Kepemimpinan, Etika, dan Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa: Sebuah Refleksi Sosialisasi dan Realisasi di Program Studi Manajemen





Created
Size
Downloads
2007-07-20 20:30:23
141.13 KB
70
Pembatasan Subsidi BBM Kredibilitas Pemerintah

Wijayanto

Deputi Rektor Universitas Paramadina

dan Managing Director Paramadina Public Policy Institute

Rasa-rasanya, hampir semua jawaban mengarah pada keseimpulan betapa murahnya harga bensin di Indonesia.

Kesimpulan tersebut tidaklah salah. Studi oleh GIZ pada 2010 menunjukkan bahwa dari 170 negara yang disurvei, hanya ada 22 negara yang menerapkan kebijakan subsidi BBM.

Bahkan, mayoritas negara memberikan pajak atas bensin yang diperuntukkan bagi pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan raya. Dengan asumsi harga bensin Rp. 4.500 per liter, hanya ada 14 negara di dunia dengan harga bensin lebih murah daripada harga bensin di Indonesia.

 





Created
Size
Downloads
2012-02-16 14:16:43
233.42 KB
70
PELUANG DAN HAMBATAN PENCIPTAAN PERDAMAIAN DALAM KONFLIK BASQUE

Rizki Damayanti

Dosen Program Studi Hubungan Internasional

Univesitas Paramadina - Jakarta

email: rizki.damayanti@paramadina.ac.id

 

Abstract

Basque is the only example of non-state entities in the territory of  Europe and even in the world which has very high self-government  system. In other word, Basque is the only region in the world that is  de jure under the sovereign state Spain, but in practice has the  Basque parliament and even the Basque presidency. This   self-government system raises the conflict between Spain and the   Basque government. Basque conflict becomes so complicated and  complex, because so many parties involved in the conflict by bringing different interests. At least there are three parties involved in this  conflict, namely the Spanish government, the government and the  Basque National Liberation Movement (National Liberation  Movement-MLNV) consisted of ETA, Batasuna political party and  labor union assemblies of the Patriotic Workers (LAB). This paper describes the background of conflicts related to political and  administrative system which is unique among the Spanish  government and Basque, the interests of each party involved in the  conflict and the final section will describe the possibility of creating peace in the Basque conflict.

Key Words: Basque Conflict, Self-Government, Spanish  Government,  Basque Euskadi Ta Askatasuna/ETA, Peace.





Created
Size
Downloads
2012-10-25 15:58:35
122.68 KB
70
Peredam Ketegangan di Semenanjung Korea

Dinna Wisnu, Ph.D

Direktur Paramadina Graduate School

Universitas Paramadina

 

Pada ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea memang Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) yang saling berhadapan langsung. Namun secara tidak langsung, persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan China juga dipertaruhkan.

Mengapa? Dalam tatanan dunia pascaberakhirnya Perang Dingin, baru sekarang terjadi situasi vakum akan leviathan. Dalam teori hubungan internasional, leviathan adalah sebuah kondisi di mana ada satu negara raksasa yang paling disegani, penentu utama bentuk ekulibrium hubungan internasional, yang gertakannya mampu menggentarkan upaya apa pun untuk mengubah tatanan politik ekonomi global yang ada.





Created
Size
Downloads
2013-05-20 21:34:36
417.75 KB
70
Thursday the 17th. Universitas Paramadina. - All rights reserved.