Knowledge Center
Overview Search Downloads Up
Category: Research
Page 11 of 11
Order by: Default | Name | Date | Hits | [Descending]
Select all files:
Files:
Pengaruh Attitude toward behavior, Subjective norm, dan Perceived behavioral control terhadap Intensi Perilaku Anti-korupsi pada Mahasiswa Peserta Matakuliah Anti-korupsi

Corruption is a common enemy. Kalimat pengingat ini menjadi pendorong
pemerintah negara-negara maju maupun negara-negara berkembang untuk
terus mengembangkan konsolidasi berbagai metode dan stategi pemberantasan
korupsi. Tujuan utamanya jelas untuk mengontrol dan mengendalikan tingkat
korupsi yang tidak juga menurun.
Secara umum, upaya pemberantasan korupsi pada hakekatnya merujuk
pada serangkaian tindakan untuk mencegah dan menanggulangi korupsi
(melalui upaya koordinasi, supervisi, monitoring, penyidikan, penuntutan, dan
pemeriksaan di sidang pengadilan) dengan peran serta masyarakat berdasarkan
peraturan perundangan yang berlaku. Artinya, dalam pemberantasan korupsi
terdapat 3 unsur yaitu : pencegahan (anti-korupsi/preventif), penindakan
(penanggulangan/kontrakorupsi/represif) dan peran serta masyarakat.
(Mengenali & Memberantas Korupsi, KPK RI)





Created
Size
Downloads
2011-03-24 14:02:43
501.67 KB
52
STUDI DESKRIPTIF FAKTOR-FAKTOR KOGNITIF DAN NON KOGNITIF DALAM PERILAKU BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI ANGKATAN

Menghasilkan lulusan yang berkualitas merupakan tujuan dari pendidikan di
perguruan tinggi. Menurut (Robbins, 2004) ukuran lulusan perguruan tinggi yang
berkualitas dioperasionalisasikan dengan unjuk karya (performance) dan daya tahan
(persistance)-nya. Unjuk karya dioperasionalisasikan dengan prestasi mahasiswa
pada matakuliah tertentu yang diukur dengan indeks prestasi. Daya tahan mengacu
pada lamanya seorang mahasiswa menyelesaikan suatu matakuliah.
Penelitian mengenai keberhasilan mahasiswa di perguruan tinggi telah
menjadi perhatian sejak tahun 1980an. Menurut Tinto (dalam Gerdes & Mallinckrodt,
1994) lebih dari 40% mahasiswa tidak berhasil mendapatkan gelar dan 75% dari
mahasiswa tersebut keluar dari universitas (drop out) dalam waktu 2 tahun.
Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
terdapat dua faktor yang mempengaruhi sukses di perguruan tinggi, yaitu faktor
kognitif dan non kognitif. Para pendidik di perguruan tinggi perlu mempertimbangkan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa tersebut untuk
mencapai tujuan dari pendidikan di perguruan tinggi.





Created
Size
Downloads
2011-03-24 13:57:40
264.1 KB
53
Peningkatan Mutu Informasi Universitas Melalui Sistem Informasi Terintegrasi

Agar aktivitas atau proses dalam suatu organisasi berjalan dengan baik dan efisien, maka
sangatlah dibutuhkan dukungan teknologi informasi. Aplikasi dari teknologi informasi dapat berupa
system informasi yang dibangun sesuai dengan kebutuhan unit kerja dalam organisasi. Suatu
universitas dengan kekhasannya dan dalam rangka berkompetisi dengan universitas lain, sangat
diperlukan system informasi yang memadai dan mendukung aktivitas dari setiap unit kerja.
Universitas Paramadina, dengan berbagai unit kerja di dalamnya telah memanfaatkan
teknologi informasi dengan menggunakan system informasi yang ada pada masing-masing unit kerja
(walau masih sebagian). Namun pada kenyataannya, system informasi antara satu unit kerja dengan
unit kerja lainnya belum terhubung. Hal ini dimungkinkan munculkan penyebaran data, inkonsentensi
dan informasi yang tidak efektif. Dalam hal ini perlu dibangun system informasi terintegrasi untuk
Universitas Paramadina.
Pembangunan system informasi terintegrasi tersebut, diwalai dengan menganalisis
dan merancangnya. Dalam menganalisis dan merancang sistem informasi terintegrasi
universitas akan dibahas dari aspek arsitektur informasi, yaitu struktur dan penggunaan
informasi (mencakup hubungan dan ketergantungan informasi) dalam organisasi, sejalan
dengan informasi tentang strategi organisasi dan kebutuhan operasional. Sistem Informasi
Terintegrasi yang akan diterapkan konsep centralized data and distributed processing yang
cocok untuk lingkungan perguruan tinggi, di mana data disimpan terpusat dan operasi
dilakukan secara tersebar di unit-unit organisasi perguruan tinggi.
Arsitektur sistem informasinya, dirancang dengan dengan menggunakan Framework
Information Architecture ITABOK dari IASA (Information Architecture System Architect)
dimana pengembangan arsitektur teknologi informasi dibagi Arsitektur Bisnis, Arsitektur
Informasi, Arsitektur Sistem Informasi dan Arsitektur Infrastruktur.
Dokumen rancangan yang telah dihasilkan dari penelitian ini dapat merupakan
rancangan global system informasi terintegrasi bagi Universitas Paramadina.
Kata kunci : system informasi terintegrasi untuk Universitas, Framework Information
Architecture ITABOK, Arsitektur Bisnis, Arsitektur Informasi, Arsitektur Sistem Informasi,
Arsitektur Infrastruktur.





Created
Size
Downloads
2011-03-24 13:55:15
407.43 KB
69
Aspek-Aspek Pembentuk Entrepreneural Intention: entrepreneural Self Efficacy, Proactive Personality dengan mediasi Variable Attitude Toward Bhavior, subjective Norm, Perceived Behavior Control pada Mahasiswa Univ Paramadina

Research Report from knowledge.paramadina.ac.id / 2009-01-19 18:05:51
By : Prima Naomi dan Ayu Dwi Nindyati (prima.naomi@paramadina.ac.id)
Created : 2008-10-10, with 1 files

Keyword : entrepreneural, behavior

Hasil Penelitian Tahap II 2007-2008

Ketua Tim: Prima Naomi

Anggota: Ayu Dwi Nindyati





Created
Size
Downloads
2011-03-21 10:57:50
568.06 KB
51
Perspektif Psikologi, Sosiologi Konsumen dan Demografi terhadap Perilaku pembelian Kompulsif Konsumen

Research Report from knowledge.paramadina.ac.id / 2009-01-19 18:08:06
By : Iin Mayasari, Prima Naomi (iin.mayasari@paramadina.ac.id)
Created : 2008-10-11, with 1 files

Keyword : behavior, konsumen

Hasil Penelitian Tahap II 2007-2008

Ketua Tim : Iin Mayasari

Anggota : Prima Naomi





Created
Size
Downloads
2011-03-21 10:50:14
7.03 KB
148
Inklusivisme di Simpang Jalan: Studi tentang Dinamika Pemikiran Islam Paramadina di Era Reformasi

Research Report from knowledge.paramadina.ac.id / 2009-01-19 18:10:14
By : Suratno, Juni Alfiah Chusjairi (suratno@paramadina.ac.id)
Created : 2008-10-09, with 1 files

Keyword : inklusivisme, islam

Hasil Penelitian Tahap II 2007-2008

Ketua Tim : Suratno

Anggota : Juni Alfiah Chusjairi





Created
Size
Downloads
2011-03-21 10:47:33
771.22 KB
74
Studi Kasus Profil Mahasiswa UPM dalam Berpikir Kritis Penyelesaian Masalah dan Komunikasi Interpersonal

esearch Report from knowledge.paramadina.ac.id / 2009-02-25 13:24:53
By : Anita Maharani, Alfikalia (anita.maharani@paramadina.ac.id)
Created : 2009-02-25, with 1 files

Keyword : komunikasi, penyelesaian masalah
Document Source : Hasil Penelitian Dosen Tetap 2008

Setiap universitas biasanya memiliki standar mengenai lulusan yang diharapkan. Standar lulusan yang diharapkan biasanya akan berhubungan dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh lulusannya. Kompetensi berasal dari bahasa Inggris competence yang berarti kemampuan. Spencer (1993) mengemukakan bahwa kompetensi adalah an underlying characteristic of an individual that is causally related to criterion-referenced effective and/or superior performance in a job situation. Berdasarkan Spencer, dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan karakteristik dasar yang dimiliki oleh individu agar ia bisa berhasil dalam situasi tertentu. Dengan demikian, seseorang harus memiliki suatu kemampuan tertentu/khusus yang sesuai dengan bidang yang ditekuni agar dapat berhasil pada bidang itu. Kompetensi adalah isu yang kini tengah mengemuka di lingkungan pendidikan negara kita. Kompetensi diperlukan bahkan menjadi keharusan dalam rangka mengantisipasi era globalisasi dan kesiapan lulusan memenuhi kebutuhan pasar.





Created
Size
Downloads
2011-03-21 10:46:01
291.26 KB
76
Evaluasi Kinerja Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

Research Report from knowledge.paramadina.ac.id / 2009-02-25 13:27:49
By : Bima Arya Sugiarto, Peni Hanggarini (bima.sugiarto@paramadina.ac.id)
Created : 2009-02-25, with 2 files

Keyword : diplomasi, luar negeri
Document Source : Hasil Penelitian Dosen Tetap 2008

Diplomasi yang dilakukan oleh Departemen Luar Negeri RI seringkali menjadi kambing hitam atas segala bentuk kegagalan perjuangan kepentingan nasional Indonesia di luar negeri. Kasus terlepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kasus Blok Ambalat, masalah disintegrasi Timor-Timur, isu separatisme di Ambon, Papua dan Aceh hingga permasalahan yang dialami oleh Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri merupakan contoh kasus dalam hal ini.





Created
Size
Downloads
2011-03-21 10:42:55
8 KB
138
Penyesuaian diri dan Strategi coping Mahasiswa Baru Universitas Paramadina

Research Report from knowledge.paramadina.ac.id / 2009-02-25 13:29:15
By : Fatchiah E. Kertamuda, Haris Herdiansyah (fatchiah.kertamuda@paramadina.ac.id)
Created : 2009-02-25, with 1 files

Keyword : coping, students
Document Source : Hasil Penelitian Dosen Tetap 2008
Hampir dalam setiap kali manusia memasuki lingkungan baru, manusia selalu membutuhkan fase beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Lama tidaknya atau berhasil tidaknya fase beradaptasi tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain adalah pengalaman, kemampuan menyesuaikan diri, hingga culture lingkungan baru yang mendukung bagi individu yang bersangkutan untuk mampu beradaptasi. Demikian pula hal nya dalam dunia akademis. Seorang anak yang baru masuk sekolah memerlukan fase beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya agar anak dapat berbaur dan bersatu dengan lingkungan sekolah tersebut, yang nantinya dapat berpengaruh terhadap prestasi akademiknya.

Universitas, sebagai institusi pendidikan yang bukan hanya mencetak individu pada domain intelektual, melainkan juga mencetak moral, dan perilaku manusia agar dapat sesuai dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial, kultural dan agama. Tidak terkecuali dalam hal menyesuaikan diri dengan lingkungan, aturan dan norma yang ada di lingkungan kampus. Adanya perbedaan cara belajar, perbedaan pola hubungan antara mahasiswa dengan pengajar, perbedaan kegiatan ekstra-kurikuler, bahkan perbedaan hubungan antara mahasiswa dan mahasiswa yang lain yang tidak seangkatan, mambutuhkan kemampuan dan keterampilan yang mumpuni untuk dapat beradaptasi, bahkan juga pada kondisi tertentu dibutuhkan kemampuan menciptakan strategi coping yang baik pula.





Created
Size
Downloads
2011-03-21 10:22:01
97.93 KB
80
Perilaku Menyimpang pada Pekerja: Ditinjau dari Perspektif Disposisional dan Situasional

Research Report from knowledge.paramadina.ac.id / 2009-02-25 13:33:24
By : Iin Mayasari, Devi Wulandari (iin.mayasari@paramadina.ac.id)
Created : 2009-02-25, with 1 files

Keyword : disposisional, workers
Document Source : Hasil Penelitian Dosen Tetap 2008

Perilaku pekerja yang menyimpang dianggap sebagai sesuatu yang nyata dalam dunia kerja dan merupakan biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan. Konflik psikologis yang disebabkan oleh perilaku pekerja yang menyimpang dalam organisasi cenderung diabaikan oleh pihak manajemen. Penelitian Vardi dan Wiener (1996) menunjukkan bahwa perusahaan modern saat ini tidak lepas dari permasalahan mengenai perilaku menyimpang sebagai disonansi kerja. Disonansi kerja ini bisa berupa ketidakpuasan kerja, konflik antar karyawan, atau bahkan konflik antara atasan dan bawahan. Perusahaan cenderung menerapkan mekanisme akomodatif dalam meredakan disonansi kerja tersebut.





Created
Size
Downloads
2011-03-21 10:20:29
216.95 KB
104
Saturday the 24th. Universitas Paramadina. - All rights reserved.